INFOTREN.ID - Panggung politik Bangka Belitung (Babel) kembali bergetar. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Wakil Gubernur Hellyana yang harus menghadapi proses hukum serius. Di tengah derasnya opini publik, satu pertanyaan mengemuka: apakah ini murni persoalan administrasi atau akan menjadi preseden penting bagi integritas pejabat publik?

Diperiksa Maraton di Bareskrim

Wagub Babel, Hellyana, menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri sebagai tersangka dugaan penggunaan ijazah palsu. Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 10 jam, dengan penyidik melontarkan sekitar 25 pertanyaan yang berkaitan dengan riwayat pendidikan serta proses penerbitan ijazah yang dipersoalkan.

Usai pemeriksaan, Hellyana keluar dari gedung Bareskrim Polri pada malam hari tanpa mengenakan rompi oranye tahanan. Aparat kepolisian memutuskan tidak melakukan penahanan, meski status tersangka telah disematkan.

Bantah Niat Jahat, Klaim Kooperatif

iklan sidebar-1

Di hadapan awak media, Hellyana menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat jahat dalam perkara tersebut. Ia menyatakan telah bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

Ia juga menegaskan bahwa selama mengikuti berbagai tahapan pencalonan jabatan publik sebelumnya, dokumen akademiknya telah melalui proses verifikasi oleh lembaga resmi. Menurutnya, persoalan yang kini muncul lebih berkaitan dengan aspek administratif, bukan pemalsuan secara sengaja.

Kuasa Hukum Soroti Dasar Laporan

Kuasa hukum Hellyana, Zainul Arifin mengambil sikap tegas dengan mempertanyakan substansi laporan yang menyeret kliennya ke ranah pidana. Salah satu poin utama yang disoroti adalah kerugian nyata yang dialami pelapor.