INFOTREN.ID - Aksi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, bersama dr. Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) yang mengunjungi makam keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Karanganyar, Jawa Tengah, baru-baru ini memicu gelombang kemarahan dan kritik keras dari berbagai pihak. 

Kunjungan yang didokumentasikan melalui kanal YouTube salah satu pengamat politik ini dinilai telah melewati batas etika dan norma kemanusiaan.

Menurut klaim yang disampaikan oleh Dokter Tifa dan Roy Suryo dalam konten video tersebut, tujuan utama mereka mendatangi Pemakaman Mundu, Selokaton, tempat dimakamkannya almarhumah ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, dan ayahanda, Widjiatno Notomihardjo, adalah untuk "mencari fakta" dan "menyelidiki silsilah" keluarga Presiden Jokowi.

Dalam video tersebut, Dokter Tifa secara spesifik menyoroti beberapa hal yang dianggapnya "janggal" dan "tidak lazim".

Dokter Tifa mempertanyakan perbedaan usia antara mendiang ayah Jokowi, Widjiatno Notomihardjo (lahir 1940), dan Jokowi (lahir 1961), yang berarti sang ayah berusia 19 tahun saat Jokowi lahir. 

iklan sidebar-1

Ia juga menyoroti usia mendiang ibunda, Sudjiatmi Notomihardjo (lahir 1943), yang berusia 18 tahun saat melahirkan. 

Meskipun usia 18-19 tahun untuk menjadi orang tua bukanlah hal yang mustahil, hal ini dijadikan dasar untuk meragukan silsilah keluarga Presiden.

Lebih jauh lagi, Dokter Tifa mengklaim adanya informasi dari warga lokal yang meragukan bahwa Sudjiatmi Notomihardjo adalah ibu kandung dari Jokowi.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari narasi yang selama ini mereka gaungkan, terutama yang berkaitan dengan isu ijazah dan latar belakang Presiden Jokowi.