Infotren.id - Dalam deretan hari-hari penting dalam Islam, Hari Arafah menempati posisi yang sangat istimewa. Jatuh pada tanggal 9 Zulhijah, sehari sebelum Idul Adha, Hari Arafah bukan hanya puncak ibadah haji di Tanah Suci, tapi juga merupakan momen yang penuh keutamaan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Lalu, apa yang membuat Hari Arafah begitu istimewa?

1. Hari Puncak Ibadah Haji
Hari Arafah adalah hari ketika para jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, rukun terpenting dalam ibadah haji. Rasulullah  bersabda:

“Haji itu adalah Arafah.”
(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Tanpa wukuf di Arafah, ibadah haji tidak sah. Momen ini menjadi waktu ketika jutaan manusia dari seluruh dunia menyatu dalam doa, dzikir, dan tangisan taubat di bawah langit yang sama. Suasana tersebut mencerminkan kerendahan hati manusia dan kebesaran Allah.


2. Hari Ampunan dan Pembebasan dari Neraka
Rasulullah menyebutkan bahwa Hari Arafah adalah hari paling banyak Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka. Dalam hadis disebutkan:

iklan sidebar-1

“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah.” (HR. Muslim)

Pada hari ini, Allah mendekat kepada para hamba-Nya yang sedang berwukuf dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat. Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima permohonan taubat yang tulus.


3. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Hari Arafah adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Nabi Muhammad bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

Tak hanya untuk jemaah haji, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan permohonan di hari ini. Banyak ulama yang menyatakan bahwa doa di Hari Arafah jarang ditolak, karena terbuka lebar pintu langit dan rahmat Allah melimpah.