INFOTREN.ID – Kasus sanksi adat yang dijatuhkan oleh Lembaga Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) kepada komika Pandji Pragiwaksono karena candaannya yang menyinggung ritual Rambu Solo' Toraja telah memantik diskusi serius mengenai batas-batas humor dan penghormatan terhadap kearifan lokal.

Di tengah polemik ini, sorotan publik tidak hanya tertuju pada materi lawakan itu sendiri, tetapi juga pada sosok Pandji Pragiwaksono, termasuk latar belakang keyakinan spiritualnya yang seringkali menjadi topik pembahasan tersendiri.

Meskipun kerap berbicara tentang isu sosial, politik, hingga agama dalam materi stand-up maupun siniarnya, Pandji Pragiwaksono dikenal memiliki pandangan yang unik dan terbuka mengenai keyakinannya.

Dalam berbagai kesempatan, termasuk melalui konten YouTube pribadinya, Pandji mengungkapkan bahwa ia memilih untuk tidak mengikuti satu agama tertentu secara eksklusif. 

Pandji menegaskan bahwa ia percaya pada Tuhan (Yang Maha Esa), namun ia lebih memilih untuk mengambil dan mempraktikkan ajaran-ajaran spiritual yang baik dari berbagai agama yang ada.

iklan sidebar-1

Pandji juga pernah menceritakan perjalanannya di masa lalu, termasuk masa ketika ia sempat tidak percaya pada Tuhan (Agnostik atau Ateis) karena pengaruh lingkungannya. 

Namun, seiring berjalannya waktu, ia menemukan kembali keyakinannya pada keberadaan Tuhan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam beribadah dan bertingkah laku.

"Aku percaya pada Tuhan, tapi aku tidak mengikuti agama tertentu. Aku lebih memilih untuk mengikuti ajaran-ajaran spiritual dari berbagai agama," ungkap Pandji dalam salah satu kontennya yang membahas tentang keyakinannya.

Latar belakang spiritual Pandji yang bersifat inklusif dan terbuka ini menjadi menarik ketika berhadapan dengan sistem kepercayaan dan adat istiadat yang sangat kental dan sakral, seperti Rambu Solo' di Toraja.