INFOTREN.ID - Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menolak penunjukan Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNM sempat memanas. Namun situasi berhasil diredam setelah Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Togar Mangihut Simatupang, turun langsung menemui massa dan membuka ruang dialog.

Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa UNM berlangsung di lingkungan Kampus UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (22/1). Massa menyuarakan penolakan terhadap penunjukan Plh Rektor UNM yang berasal dari Universitas Hasanuddin, yang dinilai mencederai prinsip independensi dan demokrasi kampus.

Ketegangan sempat terjadi ketika massa aksi mengadang kendaraan Sekjen Kemendikti Saintek. Namun, alih-alih menghindar, Togar memilih turun langsung dan berdialog dengan mahasiswa.

Pilih Dialog, Dengarkan Aspirasi Mahasiswa

Langkah Togar menemui massa aksi dinilai sebagai bentuk sikap terbuka dan responsif pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa. Dalam dialog tersebut, ia mendengarkan secara langsung tuntutan mahasiswa dan memberikan penjelasan secara tenang dan terukur.

iklan sidebar-1

Togar menegaskan bahwa penunjukan Plh Rektor UNM merupakan langkah administratif yang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, bukan bentuk intervensi terhadap otonomi kampus.

“Yang dilakukan ini bukan intervensi, tetapi amanah undang-undang untuk menjaga integritas dan objektivitas proses pemeriksaan,” ujar Togar di hadapan mahasiswa.

Penanganan Kasus Rektor Nonaktif Sesuai Aturan

Dalam dialog tersebut, Togar juga merespons pertanyaan mahasiswa terkait laporan dugaan pelecehan seksual verbal yang menyeret Rektor UNM nonaktif, Karta Jayadi, yang dilaporkan oleh seorang dosen berinisial QDB.