INFOTREN.ID - Kali pertama dalam sejarah, di tengah harum dupa dan lantunan kidung suci, langkah seorang Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) menyentuh altar Gereja St. Thomas, Paroki Kelapa Dua.
Hari itu, Senin, 29 September 2025, menjadi saksi ketika Dr. Nasaruddin Umar menghadiri Tahbisan Imam dan Diakon Keuskupan Bogor, sebuah peristiwa langka yang melampaui seremoni, menjadi simbol persaudaraan lintas iman yang menyejukkan.
"Sebagai umat beragama, mari menjaga ketenangan, keteguhan, keindahan, kenyamanan, dan kedamaian bersama," ucap Menag dengan lirih namun tegas, di hadapan dua imam dan delapan diakon yang baru saja ditahbiskan dilansir dari laman resmi Kemenag (4/10/2025).
Di sana, bukan hanya jubah putih para pemimpin gereja yang disucikan, tapi juga semangat kemanusiaan yang dimuliakan.
Rumah Ibadah, Rumah Kemanusiaan
Menag datang bukan hanya sebagai pejabat negara, tapi sebagai sesama insan yang memaknai rumah ibadah bukan sekadar tempat sujud, tapi pelabuhan damai seluruh umat.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
"Menjadikan rumah ibadah sebagai rumah kemanusiaan dan rumah persaudaraan," serunya!
Nasaruddin Umar yang bersahabat baik dengan mendiang Paus Fransiskus ini menyerukan sebuah narasi baru: bahwa toleransi bukanlah formalitas, tapi laku hidup yang mengikat kita dalam simpul kebangsaan.
Apa arti imam dan diakon di zaman riuh ini? Bagi Menag, mereka bukan hanya pelayan sakramen, tapi lentera harapan.


