Infotren.id - Ki Hadjar Dewantara adalah tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia. Ia dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi kaum pribumi di masa penjajahan Belanda, dan jasanya begitu besar hingga ia dianugerahi gelar Bapak Pendidikan Nasional. Penetapan ini bukan tanpa alasan. Berikut beberapa alasan utama mengapa Ki Hadjar Dewantara mendapat gelar kehormatan tersebut:

1. Pelopor Pendidikan untuk Kaum Pribumi
Pada masa kolonial, pendidikan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, terutama kaum bangsawan dan anak-anak Belanda. Ki Hadjar Dewantara menentang ketidakadilan ini dan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922, yaitu lembaga pendidikan yang terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang status sosial. Melalui Taman Siswa, ia membuka akses pendidikan bagi rakyat jelata yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan belajar.

2. Perjuangan Lewat Tulisan dan Organisasi
Sebelum mendirikan Taman Siswa, Ki Hadjar aktif sebagai wartawan dan menulis banyak artikel kritis terhadap penjajah. Salah satu tulisannya yang terkenal berjudul “Als ik een Nederlander was”(Andai Aku Seorang Belanda), yang menyuarakan ketidakadilan penjajah terhadap pribumi. Tulisan ini membuat pemerintah kolonial geram dan mengasingkannya ke Belanda. Meski diasingkan, semangatnya untuk memajukan bangsanya tidak padam.

3. Perumus Ajaran Pendidikan Bernilai Luhur
Ki Hadjar Dewantara merumuskan filosofi pendidikan yang dikenal sebagai Tripusat Pendidikan dan Panca Dharma, dengan semboyan yang sangat dikenal hingga sekarang:
- Ing ngarsa sung tulodho (di depan memberi teladan)
- Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat)
- Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)

Ajaran ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal membentuk karakter dan semangat kebangsaan.

iklan sidebar-1

4. Jasa Sebagai Menteri Pendidikan Pertama
Setelah kemerdekaan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pertama. Ia menggunakan peran ini untuk merancang sistem pendidikan nasional yang lebih merata dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

5. Warisan yang Masih Hidup Hingga Kini
Nilai-nilai dan ajaran Ki Hadjar terus hidup dan menjadi fondasi sistem pendidikan di Indonesia. Hari lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya yang besar terhadap dunia pendidikan.


Ki Hadjar Dewantara bukan hanya seorang pendidik, tapi juga pejuang kemerdekaan yang memilih jalur budaya dan pendidikan sebagai alat perjuangan. Dedikasinya untuk mencerdaskan bangsa dan membebaskan rakyat dari kebodohan dan keterbelakangan adalah alasan utama ia layak dikenang sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.***