Infotren - Del Monte, salah satu merek makanan dan minuman ternama dunia, resmi mengajukan kebangkrutan setelah berdiri selama 138 tahun. Perusahaan ini mengalami tekanan finansial besar hingga terlilit utang mencapai USD 10 miliar atau sekitar Rp162 triliun.
Perusahaan yang dikenal lewat produk jus dan buah kaleng ini tak mampu lagi bersaing di tengah perubahan selera konsumen. Selain itu, biaya operasional yang membengkak turut memperparah kondisi keuangan perusahaan.
Del Monte sempat mencoba bertahan dengan strategi diversifikasi produk dan efisiensi operasional. Namun langkah tersebut gagal membendung kerugian yang terus membesar dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan ini diketahui memiliki beban utang dari berbagai kreditur dan investor, yang kini menjadi tantangan besar dalam proses restrukturisasi. Pengajuan kebangkrutan ini disampaikan di pengadilan federal sebagai bentuk perlindungan hukum dari tuntutan kreditur.
Sebagai bagian dari proses hukum, Del Monte berencana menjual beberapa aset utama untuk membayar sebagian utangnya. Namun belum ada kejelasan apakah brand Del Monte akan tetap hidup di bawah kepemilikan baru.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak mengingat reputasi dan sejarah panjang Del Monte di industri makanan global. Kejatuhan ini menjadi contoh betapa pentingnya adaptasi bisnis terhadap perubahan pasar dan gaya hidup konsumen.
Del Monte kini menjadi salah satu perusahaan legendaris yang tumbang di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dunia usaha pun diingatkan bahwa umur panjang bukan jaminan untuk bertahan tanpa inovasi berkelanjutan.


