INFOTREN.ID - Paus Leo XIV semula meninggalkan kesan positif di kalangan Katolik konservatif setelah pemilihannya pada bulan Mei lalu.
Ia menghidupkan kembali sejumlah tradisi Gereja yang sempat ditinggalkan pendahulunya, Paus Fransiskus, dan tampak berhati-hati dalam menyikapi isu-isu sosial yang memecah belah umat Katolik dunia. Namun, masa "bulan madu" itu tampaknya resmi berakhir.
Dilansir dari Reuters (3/10/2025), dalam pernyataan mengejutkan, Paus Leo mengkritik kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump, dengan mempertanyakan apakah kebijakan yang keras terhadap imigran selaras dengan prinsip ajaran Katolik tentang kehidupan yang suci, atau dikenal sebagai nilai pro-life.
“Seseorang yang bilang saya menentang aborsi tetapi saya mendukung perlakuan tidak manusiawi terhadap imigran di Amerika Serikat, saya tidak tahu apakah itu pro-life,” ujar Paus Leo XIV kepada wartawan.
Pernyataan tersebut langsung mengguncang fondasi dukungan dari kubu Katolik konservatif Amerika Serikat, yang selama ini menyanjung Trump dan berharap Paus Leo akan menjadi pemimpin Gereja yang sejalan dengan agenda mereka.
Konservatif Terkejut, Kritik Mengalir
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Uskup Joseph Strickland dari Texas, yang selama ini dikenal sebagai pengkritik keras Paus Fransiskus dan pendukung suara-suara konservatif di Gereja, menyatakan kekecewaannya. Ia menyebut komentar Paus Leo “membingungkan dan tidak sejalan dengan ajaran moral Gereja.”
Sementara itu, blog konservatif ternama Rorate Caeli juga meluapkan frustrasi mereka: “Sudah lelah dengan wawancara paus. Harusnya ia kembali ke kesunyian sebelumnya.”
Dari pihak pemerintah AS, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menolak keras anggapan bahwa kebijakan imigrasi Trump “tidak manusiawi.”


