INFOTREN.ID - Kecerdasan buatan (AI) bernama LISA (Lean Intelligent Service Assistant) milik Universitas Gadjah Mada (UGM) mendadak viral dan menjadi buah bibir di kalangan warganet.

Pasalnya, LISA dengan "berani" menjawab bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukanlah alumni UGM. Sontak, jawaban ini memicu polemik dan perdebatan sengit di media sosial.

Roy Suryo: LISA Jujur, UGM Malah "Srimulat"!

Pakar telematika, Roy Suryo, tak ketinggalan angkat bicara mengenai kontroversi ini. Menurutnya, jawaban LISA yang "jujur" justru dibungkam oleh pihak UGM dengan menonaktifkan layanan tersebut.

"Jawaban 'jujur' LISA terkait pertanyaan 'apakah JkW lulusan UGM' dan dijawab LISA 'tidak lulus UGM' maka layanan LISA dihentikan sampai sekarang sehingga banyak yang menyebutnya 'pensiun dini' sungguh terlalu," ujar Roy dengan nada menyindir dilansir dari beberapa chanel YouTube, beberapa televisi swasta dan diberitakan oleh beberapa media online nasional yang diakses pada (11/12).

iklan sidebar-1

Roy menambahkan bahwa tindakan UGM ini justru terkesan seperti "Srimulat," sebuah pertunjukan komedi yang penuh dengan kejanggalan dan keanehan.

Rismon Sianipar: Kesimpulan LISA Tak Bisa Diabaikan!

Pakar Digital Forensik, Rismon Sianipar, juga memberikan pandangannya terkait hal ini. Ia menegaskan bahwa kesimpulan yang disampaikan oleh LISA tidak bisa dipandang sebelah mata.

"LISA UGM, dari UGM itu kan, dari arsitekturnya menggunakan model LLMA. Itu artinya data setnya berasal dari data internal di UGM," jelas Rismon.