INFOTREN.ID - Di lereng pegunungan Banjarnegara, Jawa Tengah, lahir seorang pemuda bernama Lutfan Budi Santosa.
Sebagai guru pendidikan jasmani di SMA setempat, ia bukan hanya mengajar gerakan dasar olahraga, melainkan menanamkan disiplin dan ketangguhan melalui pencak silat.
Kisah inspiratif Lutfan dimulai dari latihan keras di dojo sederhana, di mana setiap pukulan dan tendangan membentuk karakternya.
Dari sini, Lutfan bangkit menjadi pendekar yang tak kenal lelah, menggabungkan peran sebagai pendidik dengan ambisi meraih prestasi nasional dan internasional hingga pelatih Pencak Silat Negeri Angkor Kamboja.

Lutfan Budi Santosa di hadapan para peserta Kejurda Tapak Suci di Banjarnegara 2016 (Foto: pwmjateng.com)
Puncak Kejayaan: Dua Kali Juara Dunia Pencak Silat
Karier Lutfan mencapai puncak ketika ia menyabet gelar juara dunia pencak silat dua kali berturut-turut.
Dilansir dari laman pwmjateng yang diakses pada Minggu, 28 September 2025, Lutfan merengkuh gelar Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Penang, Malaysia tahun 2002, meraih medali emas pada SEA GAMES tahun 2003 di Hanoi Vietnam, dan memenangkan Asian Martial Art Games 2009 di Thailand Awal Agustus 2009, dan lainya.
Di arena internasional ini, gerakannya yang lincah dan strategi cerdas membuat lawan-lawannya tak berkutik.


