Infotren - Chief Investment Officer (CIO) Danantara menyampaikan gagasannya agar seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berada dalam satu komando terpadu. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing di sektor publik.
Menurutnya, keberagaman arah kebijakan di masing-masing BUMN seringkali menimbulkan tumpang tindih strategi dan konflik kepentingan. Dengan satu komando, diharapkan koordinasi antar perusahaan pelat merah dapat berjalan lebih efektif.
Ia menekankan pentingnya transformasi menyeluruh di tubuh BUMN, termasuk dari sisi tata kelola dan struktur pengawasan. Struktur tunggal ini diyakini mampu mempercepat pengambilan keputusan strategis dan menekan biaya birokrasi.
CIO Danantara juga menilai bahwa satu komando akan memudahkan pemerintah dalam mengevaluasi kinerja dan mengarahkan investasi sesuai prioritas nasional. Hal ini sejalan dengan upaya Presiden Jokowi yang ingin BUMN menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Inisiatif tersebut mendapatkan tanggapan beragam dari para pengamat dan pelaku industri. Sebagian mendukung dengan alasan efisiensi, sementara lainnya mengkhawatirkan potensi monopoli kekuasaan yang tidak sehat.
Namun, CIO Danantara menegaskan bahwa sistem satu komando tetap akan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Ia menyebut pengawasan independen dan transparansi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari model tersebut.
Wacana ini diprediksi akan menjadi perdebatan hangat menjelang transisi pemerintahan baru. Jika diterapkan dengan matang, satu komando BUMN dapat menjadi terobosan besar dalam reformasi ekonomi Indonesia.


