INFOTREN.ID - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Kalimantan Timur menjadi sorotan utama dalam upaya transisi energi hijau Indonesia. Kerjasama strategis antara PT Magic Crystal Indo (MCI) dan CECEP dari Beijing ini diharapkan mengubah limbah perkotaan menjadi sumber listrik berkelanjutan hingga 45 megawatt.
Pada konferensi pers di Jakarta yang menghadirkan narasumber kunci dari kedua perusahaan, baru-baru ini, diungkap visi ambisius untuk mengatasi penumpukan sampah yang mengancam lingkungan di wilayah timur Indonesia.
Adel Ivandri, Project Manager PT Magic Crystal Indo (MCI), menekankan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan yang holistik. "Kami menyadari bahwa perlindungan lingkungan tidak hanya terbatas pada rehabilitasi tambang tetapi juga mencakup pendekatan yang lebih luas terhadap ekonomi sirkular dan energi bersih," ujarnya saat konferensi pers.
Proyek PLTSA ini dirancang untuk memproses 2.000 ton sampah per hari, menghasilkan listrik yang cukup untuk ribuan rumah tangga. Dengan teknologi mutakhir dari China, inisiatif ini menjadi langkah konkret menuju Indonesia bebas sampah dan penuh energi hijau.
Mr. Jevon Liu dari PT MCI menyatakan antusiasme untuk memulai pembangunan di Kalimantan Timur sebagai pilot project. "Saat ini kami bawa dan berencana untuk membangun di Kalimantan Timur dulu. Kami sudah diundang untuk proses selanjutnya nanti jadi kami mohon dukungannya semoga bisa menyelesaikan masalah limbah sampah secepatnya," katanya penuh harap.
Kerjasama ini lahir dari kesadaran akan pencemaran tanah akibat tumpukan sampah di daerah perkotaan Kaltim. Adel Ivandri menambahkan, "Jadi proyek kerjasama PT MCI dan PT CECEP di sini memang terkait karena lingkungan yang berakibat pencemaran tanah dan lingkungan akibat penumpukan sampah, itu konsen bagi kami."
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dibawa PT CECEP disebut sebagai yang terdepan di China. Hal ini menjanjikan efisiensi tinggi dan ramah lingkungan, sesuai dengan prinsip adaptasi lokal yang ditekankan MCI.
Mr. Alex, Engineering Director PT MCI, turut hadir dan menyoroti desain teknis proyek yang inovatif. Meski tidak memberikan kutipan langsung, kehadirannya memperkuat kredibilitas teknis dari tim ahli yang siap mengimplementasikan solusi ini.
Investasi untuk proyek PLTSA Kaltim diperkirakan mencapai 200-300 juta dolar AS atau sekitar Rp3-4 triliun. Mr. Jevon Liu mengungkapkan, "Investasi kami untuk proyek PLTSA ini kurang lebih 200 sampai 300 juta US dollar atau sekitar Rp3 - Rp4 triliun, itu analisa kami secara kasar ya."


