Infotren.id - Tradisi Pacu Jalur kembali menggema di pentas dunia. Setelah aksi penari cilik di atas perahu tradisional viral di media sosial global, Festival Pacu Jalur 2025 dipastikan akan menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Indonesia tahun ini. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara diprediksi akan memadati Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Menurut pengumuman resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Festival Pacu Jalur Tradisional Tingkat Nasional 2025 akan digelar pada:
Tanggal: 21–24 Agustus 2025
Hari: Kamis sampai Minggu
Waktu: Lomba dimulai pukul 08.00 WIB setiap hari
Tempat: Tepian Narosa, Sungai Kuantan, Teluk Kuantan, Riau
Sementara itu, untuk memeriahkan suasana, akan ada rangkaian Festival Pra-Pacu Jalur di berbagai kecamatan, seperti:
- Lubuk Jambi (Kecamatan Kuantan Mudik) – Awal Agustus 2025
- Pangean (Kecamatan Pangean) – Minggu kedua Agustus 2025
- Gunung Toar (Kecamatan Gunung Toar) – Minggu ketiga Agustus 2025
Lokasi Lomba Pacu Jalur
Tepian Narosa adalah lokasi utama pelaksanaan lomba Pacu Jalur yang terletak di pusat Kota Teluk Kuantan. Setiap tahun, lokasi ini disulap menjadi arena adu cepat antar jalur atau perahu panjang yang bisa memuat 45 hingga 60 pendayung.
Deretan tenda, panggung pertunjukan, stan UMKM lokal, serta suara dentuman meriam dan semangat para suporter menjadi ciri khas suasana festival ini.
Mengenal Jalur dan Filosofinya
“Jalur” adalah sebutan untuk perahu kayu besar tradisional yang dulunya digunakan sebagai alat transportasi utama oleh masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan sejak abad ke-17.
Dahulu jalur berfungsi mengangkut hasil bumi seperti tebu dan pisang. Namun seiring waktu, jalur berubah fungsi menjadi simbol status sosial dan kini menjadi alat utama dalam perlombaan budaya Pacu Jalur.
Hiasan kepala jalur yang berbentuk naga, buaya, atau harimau mencerminkan filosofi kekuatan dan keberanian. Perahu ini juga dilengkapi dengan ornamen seperti payung kerajaan, selendang warna-warni, dan tiang tengah (gulang-gulang) yang menjadi ciri khasnya.
Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung. Ia adalah perayaan identitas, kebanggaan, dan kekompakan masyarakat Kuansing. Kini, dunia turut menyoroti tradisi ini sejak viralnya video seorang bocah menari energik di ujung jalur yang sedang berpacu. Fenomena ini bahkan sempat direspons oleh klub sepak bola ternama seperti PSG dan AC Milan di media sosial.


