INFOTREN.ID - Di bawah terik matahari Jawa Timur yang tak kenal lelah, sebuah desa kecil bernama Penambangan di Sidoarjo mulai berubah wajah.
Kisah inspiratif ini lahir dari tangan-tangan cerdas tim pengabdian masyarakat Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( Abmas ITS), yang melihat potensi tak terbatas dalam sinar surya untuk mengatasi kelaparan energi listrik.
Mereka tak hanya membangun panel-panel solar cell, tapi juga menyalakan mimpi wisata dan perekonomian desa, mengajak kita semua merenung: bagaimana cahaya alam bisa menjadi katalisator perubahan yang abadi?
Masalah yang Menggelayut: Kebutuhan Energi di Balik Potensi Wisata
Bayangkan sebuah desa di tepi sungai yang mengalir tenang, ikon wisata yang menjanjikan keindahan alam dan kuliner autentik.
Namun, di balik pesonanya, Desa Penambangan menghadapi tantangan nyata: peningkatan kebutuhan listrik yang tak sebanding dengan pasokan.
Jalan-jalan menuju sentra kuliner gelap gulita di malam hari, peralatan dapur mati suri saat jam sibuk, dan potensi wisata sungai terhambat oleh keterbatasan daya.
Isu ini bukan sekadar teknis, tapi penghalang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bergantung pada pengunjung.
Tanpa solusi, mimpi desa ini hanya akan menjadi bayangan samar, terlupakan di tengah kemajuan kota-kota besar.


