Infotren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Wutib di wilayah Samudra Pasifik bagian barat. Meski berada di luar wilayah Indonesia, siklon ini tetap berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca nasional.

Menurut laporan BMKG, Siklon Tropis Wutib bergerak dengan kecepatan tinggi disertai angin kencang dan hujan lebat. Pusat siklon tersebut terpantau sekitar 1.400 km sebelah timur laut Filipina dan terus bergerak ke arah barat laut.

Dampak tidak langsung dari Wutib yang paling mungkin terjadi adalah meningkatnya intensitas hujan di beberapa wilayah Indonesia bagian timur. Selain itu, gelombang tinggi di perairan utara Papua dan Maluku juga diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah timur Indonesia. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran.

Sementara itu, wilayah seperti Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan yang bisa berujung banjir bandang. Masyarakat di sekitar daerah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

iklan sidebar-1

BMKG juga menjelaskan bahwa meskipun jarak siklon cukup jauh, sistem cuaca yang ditimbulkannya dapat memengaruhi pola angin dan distribusi awan di Indonesia. Kondisi ini akan berkontribusi terhadap ketidakstabilan atmosfer dan potensi cuaca ekstrem.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Koordinasi antara pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana juga diperkuat untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.