INFOTREN.ID - Penasaran mengapa petugas haji tahun 2026 ini mendapatkan pelatihan ala militer? Apakah ini hanya soal fisik atau ada alasan lain yang lebih mendalam? Mari kita bedah fakta di balik kebijakan kontroversial ini!
Latar Belakang: Beban Kerja Berat dan Tuntutan Disiplin
Pemerintah memberikan pelatihan semi-militer kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 bukan tanpa alasan. Beban kerja yang sangat berat menjadi pertimbangan utama. Selain itu, pelatihan semi militer ini bertujuan untuk membentuk petugas yang disiplin dan solid dalam satu komando.
Fokus Utama: Koordinasi dan Kekompakan Tim
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar latihan fisik. Lebih dari itu, pelatihan semi-militer ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas mampu bekerja secara terkoordinasi dan solid. "Kenapa petugas haji dilatih semi-militer? Karena selain menghadapi kerja fisik yang sangat berat, mereka juga harus memahami rentang komando dan bekerja dalam satu tim yang solid," ujar Wamenhaj saat meninjau Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/1/2026) dilansir laman resmi Kemenhaj diakses pada (20/1/2026).

PPIH Arab Saudi siap sambut jamaah haji Indonesia (Foto: Ist Muslim Okezone)
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Sorotan Layanan: Konsumsi dan Akomodasi Jemaah
Dahnil menekankan agar setiap petugas fokus pada tugas dan fungsi masing-masing. Salah satu layanan yang menjadi sorotan utama adalah konsumsi jemaah haji. Isu terkait makanan yang tidak layak dan tidak sesuai standar menjadi perhatian serius. Selain itu, pengawasan terhadap layanan akomodasi, khususnya standar hotel yang digunakan jemaah haji, juga menjadi prioritas.


