INFOTREN.ID - Siapa sangka, di balik nama besar keluarga, tersimpan talenta luar biasa yang mampu mengguncang dunia pertahanan negara! Pelantikan Noe Letto dan Frank Alexander Hutapea sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) ternyata bukan sekadar formalitas belaka. Ada alasan mendalam yang membuat keduanya layak menduduki posisi penting ini. Penasaran? Simak ulasan berikut!

Bukan Nepotisme, Tapi Kompetensi!

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dengan tegas membantah anggapan bahwa pelantikan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, putra Cak Nun, dan Frank Alexander Hutapea, putra Hotman Paris, didasari oleh latar belakang keluarga.

"Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya," tegas Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Minggu (18/1/2026).

Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto, anak Cak Nun.(Tangkap Layar Youtube Sabrang MDP Official via Kompas.com)

iklan sidebar-1

Memperkuat Fondasi Pertahanan Negara

Pemerintah memastikan bahwa pengisian tenaga ahli DPN sepenuhnya ditujukan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan DPN sebagai "think tank" atau "wadah pemikir" pertahanan nasional yang berperan dalam memberikan rekomendasi kebijakan strategis lintas sektor.

Tugas Berat Menanti

Setelah dilantik, Noe Letto dan Frank Alexander Hutapea memiliki tugas penting untuk memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya. Kontribusi Noe Letto difokuskan pada pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis.