INFOTREN.ID — Ketegangan memuncak di wilayah barat daya Chicago setelah seorang wanita bersenjata ditembak oleh agen Patroli Perbatasan Amerika Serikat (AS) saat terjadi bentrokan dengan demonstran pro-imigran, Sabtu (4/10/2025).

Menurut pernyataan resmi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), wanita yang merupakan warga negara AS itu berada di dalam mobil yang menabrak kendaraan milik petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) sebelum insiden penembakan terjadi.

Meski mengalami luka tembak, wanita tersebut dilaporkan masih mampu mengemudikan kendaraan sendiri menuju rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, kondisinya belum diketahui secara pasti.

Bentrokan antara demonstran dan aparat memanas setelah agen ICE menembakkan peluru karet dan menyemprotkan gas merica untuk membubarkan massa di kawasan Brighton Park.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyebut pihaknya telah mengirim pasukan “operasi khusus” tambahan untuk mengendalikan situasi. Sementara itu, wanita yang ditembak dilaporkan membawa senjata semi-otomatis.

iklan sidebar-1

Gubernur Illinois, JB Pritzker, dari Partai Demokrat, menyatakan penolakannya terhadap permintaan Presiden Donald Trump untuk mengerahkan Garda Nasional negara bagian.

Pritzker menyebut ultimatum Trump “melanggar semangat federalisme” dan “tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika”.

Meski demikian, Trump tetap mengizinkan pengerahan 300 personel Garda Nasional untuk mengamankan fasilitas dan personel federal di wilayah Chicago.

Sebelumnya, bentrokan serupa terjadi di luar pusat detensi ICE di Broadview, pinggiran Chicago, di mana ratusan demonstran berupaya menghadang kendaraan ICE yang membawa tahanan.