Infotren.id - Dalam pelaksanaan upacara pengibaran maupun penurunan bendera merah putih, kesalahan teknis terkadang bisa terjadi, salah satunya adalah bendera yang terbalik posisinya. Meski tidak diinginkan, situasi ini bisa dihadapi dengan tenang dan profesional oleh petugas Paskibra. Sebab, sebagai pengibar bendera, mereka dituntut untuk sigap dan mampu menjaga khidmatnya jalannya upacara.
Jika bendera dalam posisi terbalik misalnya putih berada di atas merah, berikut langkah yang harus dilakukan oleh petugas:
1. Pembentang Menyadari Kesalahan
Ketika bendera terbentang dengan posisi terbalik, pembentang segera memberi instruksi untuk memperbaiki.
2. Memutar Posisi Bendera
Pembentang bersama pengerek dan perentang bekerja sama memutar posisi bendera tanpa melepas kaitan tali. Hal ini penting agar proses tetap rapi dan tidak menimbulkan kekacauan.
3. Tukar Posisi Tali
Setelah bendera diputar, tali bagian atas tetap dijaga agar tidak melintir. Petugas hanya menukar posisi tali agar bendera kembali ke posisi seharusnya.
4. Konfirmasi Kesiapan
Setelah posisi bendera benar, pembentang mengucapkan komando “Bendera siap!” sebagai tanda bahwa bendera sudah bisa dikibarkan atau diturunkan sesuai prosesi upacara.
Selain langkah teknis, hal yang tak kalah penting adalah sikap para petugas. Tetap tenang, kompak, dan profesional akan membuat kesalahan terlihat lebih terkendali. Ingat, kesalahan kecil bukanlah akhir, namun kemampuan mengatasinya dengan cepat menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab seorang anggota Paskibra.
Bendera yang terbalik saat upacara bisa terjadi karena kelalaian atau kondisi tak terduga. Namun, dengan koordinasi yang baik antaranggota, masalah ini bisa segera diperbaiki tanpa mengurangi khidmat jalannya upacara.
Bagi petugas Paskibra, momen seperti ini justru menjadi ujian nyata tentang kesiapan, kekompakan, dan kemampuan mengatasi masalah di lapangan.***


