INFOTREN.ID - Kempo, emas, LPDP, dan pendidikan di Inggris. Dany Prihandoko membuktikan, podium hanyalah awal untuk kemenangan yang lebih abadi.
Dalam riuh tepuk tangan dan sorak kemenangan, ada satu nama yang diam-diam menyalakan nyala semangat generasi.
Dany Prihandoko, atlet Kempo peraih medali emas SEA Games, bukan hanya dikenal karena ketangguhan fisiknya di atas matras.
Ia adalah pejuang sejati yang melangkah dari gelanggang menuju ruang kuliah, dari arena tanding ke podium akademik.
Inilah kisah inspiratif tentang keberanian mengejar makna lebih dalam dari sekadar kemenangan belaka, akan tetapi tentang seorang pendekar yang memilih untuk menang juga dalam hidup.
Patah Tulang, Bangkit Jiwa
Di GOR Cempaka Putih, Jakarta, seorang anak kecil mulai menapaki jalan sunyi seorang pendekar. Dany kecil, yang semula diarahkan ke dunia sepak bola, justru menemukan takdirnya dalam Shorinji Kempo seni bela diri asal Jepang yang menyatukan teknik dan filosofi.
Pernah patah tulang, pernah ditentang orang tua, bahkan berlatih diam-diam hingga muntah di latihan pertama. Namun dari sanalah kobaran tekadnya menyala. Medali pertamanya bukan hanya hadiah, melainkan restu untuk melangkah lebih jauh.
Emas, Darah, dan Mimpi yang Tak Usai


