INFOTREN.ID - Banjir bandang yang melanda Aceh meninggalkan duka mendalam. Ratusan nyawa melayang, dan puluhan lainnya masih hilang tertimbun lumpur.
Di tengah upaya pemulihan yang berat, Pemerintah Aceh mengambil langkah berani dengan mendatangkan tim ahli dari China untuk membantu pencarian korban.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa harus tim dari China? Dan apa dampaknya bagi Aceh?
Lumpur Setinggi Pinggang, Teknologi Jadi Andalan
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengungkapkan bahwa tim dari China ini memiliki perangkat khusus yang mampu mendeteksi mayat di dalam lumpur.
"Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu," kata Mualem, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (6/12/2025).
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Kondisi lapangan yang berat, terutama di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, membuat pencarian manual sangat sulit dilakukan. Lumpur tebal setinggi pinggang menjadi tantangan utama.
Lima Ahli dengan Misi Kemanusiaan
Tim yang beranggotakan lima orang ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang.


