Infotren - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyuarakan gagasan pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai upaya mengoptimalkan sumber daya nasional. Menurutnya, lahan pascatambang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi area pertanian dan perikanan produktif.
Ia menilai banyak lahan tambang yang saat ini terbengkalai dan tidak memberikan kontribusi ekonomi. Dengan pendekatan berkelanjutan, lahan-lahan tersebut bisa diubah menjadi sumber pangan dan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Pemanfaatan ini juga diharapkan dapat memulihkan lingkungan yang sebelumnya rusak akibat aktivitas pertambangan. Restorasi ekologis akan menjadi bagian penting dari transisi menuju lahan produktif yang berkelanjutan.
Bahlil menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengelola lahan tersebut. Model kolaboratif ini dinilai sebagai cara efektif untuk mempercepat transformasi pascatambang.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada kekayaan tambang tanpa memikirkan kelanjutan ekonomi setelahnya. Oleh karena itu, strategi pemanfaatan ini menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan jangka panjang.
Ia juga menyebut bahwa inisiatif ini akan dikawal melalui regulasi dan insentif agar pelaku usaha tidak melepas tanggung jawab begitu saja. Pemerintah akan memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan keadilan.
Gagasan ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan yang melihat peluang besar di sektor agrikultur dan akuakultur. Jika berhasil diterapkan, Indonesia bisa menjadi contoh negara yang sukses mereklamasi lahan tambang untuk masa depan pangan nasional.


