INFOTREN.ID - Apakah Anda tahu apa yang anak Anda lakukan di dunia maya? Mungkin selama ini Anda merasa aman karena mereka hanya bermain game atau menonton video edukatif. Tapi, tahukah Anda bahwa ada bahaya besar yang mengintai?

Akali Umur, Akses Tanpa Batas

Di era digital ini, anak-anak semakin cerdik dalam memanfaatkan teknologi. Salah satu trik yang sering mereka lakukan adalah memanipulasi usia saat mendaftar di berbagai platform digital. Tujuannya? Agar bisa mengakses konten yang seharusnya belum pantas untuk mereka.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa anak-anak cenderung memanipulasi usia untuk menghindari batasan umur. "Platform umumnya digerakkan oleh mesin tanpa verifikasi mendalam. Ketika anak memalsukan umur, sistem menganggap mereka sudah 18 tahun, konten-konten dewasa, bahkan konten seksual, terpapar bebas ke mereka," ujarnya, dilansir dari Bloomberg Technoz.

Bahaya Konten Dewasa Mengintai

iklan sidebar-1

Lalu, apa bahayanya jika anak-anak terpapar konten dewasa? Dampaknya bisa sangat merusak, mulai dari masalah psikologis, perilaku menyimpang, hingga risiko menjadi korban kejahatan seksual. Konten-konten yang tidak sesuai dengan usia mereka dapat memengaruhi perkembangan emosi, mental, dan sosial anak-anak.

Teknologi Age Inferential Jadi Solusi?

Menghadapi tantangan ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk mengadopsi solusi teknologi yang lebih canggih, yaitu age inferential. Teknologi ini memungkinkan platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna, sehingga dapat memprofiling usia berdasarkan konten yang dikonsumsi.

"Age inferential memungkinkan algoritma platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna. Meskipun pengguna tidak menyatakan usia sebenarnya, sistem bisa mem-profiling berdasarkan konten yang dikonsumsi. Jika terdeteksi pola konsumsi anak, namun berada di akun dewasa, sistem otomatis memblokir akses ke konten berbahaya," jelas Nezar.