INFOTREN.ID – Jamaika dilanda bencana dahsyat setelah Badai Melissa menghantam pulau itu dengan kekuatan yang disebut sebagai badai terkuat dalam sejarah modern Karibia. 

Badai Kategori 5 ini, yang bergerak lambat namun mematikan, telah menyebabkan kehancuran infrastruktur yang meluas, memutus aliran listrik, dan memicu banjir bandang serta tanah longsor yang merenggut banyak korban jiwa.

Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, telah mendeklarasikan negara itu sebagai "zona bencana" untuk mempercepat upaya penyelamatan dan pemulihan darurat.

Badai Melissa, yang mendarat di pesisir barat daya Jamaika pada akhir Oktober 2025, tercatat sebagai salah satu badai Atlantik terkuat.

Badai mencapai level tertinggi dalam skala Saffir-Simpson dengan kecepatan angin maksimum mencapai 295 kilometer per jam (185 mph).

iklan sidebar-1

Para ahli meteorologi menyebut fenomena "rapid intensification" (penguatan cepat) Melissa dipicu oleh suhu laut yang ekstrem, menjadikannya badai super yang tak terduga.

Pergerakannya yang lambat menyebabkan durasi hujan dan angin kencang berlangsung sangat lama, memicu curah hujan ekstrem yang mencapai hingga 1 meter di beberapa lokasi, setara dengan hujan sebulan penuh dalam satu hari.

Dampak Badai Melissa jauh melampaui badai sebelumnya, Beryl (2024), dan menghancurkan nyaris semua yang dilewatinya.

Hingga saat ini, Badai Melissa telah merenggut setidaknya 59 korban jiwa di seluruh Karibia, dengan laporan awal mencatat 22 korban tewas di Jamaika akibat banjir dan tanah longsor. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.