INFOTREN.ID - Dari pulau kecil di utara Filipina yang dulu hanya dikenal karena keindahan laut dan bukitnya, kini dunia menatap dengan tegang.

Di sinilah, di Batanes, Amerika Serikat dan Filipina tengah mengatur strategi militer paling berani mereka: mengunci Selat Bashi, jalur sempit yang menjadi napas bagi armada laut Tiongkok menuju Pasifik.

“Kami ketakutan,” kenang Marilyn Hubalde (65), warga Basco, kepada Reuters yang diakses pada (1/11).

Ia menambahkan: “Kami pikir Tiongkok akan menyerang begitu tahu ada latihan militer di sini.”

Latihan yang ia maksud bukan sembarang latihan. Sejak 2023, Batanes menjadi lokasi latihan gabungan pasukan AS-Filipina, lengkap dengan rudal anti-kapal NMESIS dan pasukan marinir yang disiagakan di garis depan. 

iklan sidebar-1

Tujuannya jelas: memastikan Tiongkok tak leluasa keluar dari Laut Cina Selatan ke Samudera Pasifik.

Marilyn Hubalde, seorang pengusaha dari Batanes, sedang memikirkan cara mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang di Taiwan yang hampir pasti akan menelan pulau-pulau tersebut. Ia terlihat di tokonya di Basco, ibu kota provinsi. REUTERS/Lisa Marie David

Benteng Baru dalam “Rantai Pulau Pertama”

Batanes, yang hanya berjarak 145 kilometer dari Taiwan, kini menjadi bagian penting dari strategi besar Pentagon di “First Island Chain”, rangkaian wilayah dari Jepang, Taiwan, Filipina hingga Kalimantan yang membentuk pagar alami di perairan pesisir Tiongkok.