Infotren.id - Film "Pengepungan di Bukit Duri" karya Joko Anwar telah mencuri perhatian penonton sejak pertama kali diumumkan. Dari judulnya, banyak yang mengira film ini akan menjadi epos besar tentang perlawanan rakyat terhadap korupsi atau kekuasaan tirani.
Hal ini pun memancing perhatian dan pertanyaan publik terkait apakah film "Pengepungan di Bukit Duri" diangkat dari kisah nyata? Berikan adalah pembawa lengkapnya.
Inspirasi dari Peristiwa Sejarah
Secara langsung, film ini "Pengepungan di Bukit Duri" ini tidak diangkat dari kisah nyata tertentu, tetapi terinspirasi oleh peristiwa sejarah, khususnya kerusuhan 1998 yang menjadi salah satu momen kelam dalam sejarah Indonesia.
Dalam film, Joko Anwar menciptakan dunia alternatif di mana kerusuhan serupa terjadi kembali pada tahun 2027, menjadi latar utama konflik yang dialami tokoh-tokohnya.
Elemen-elemen seperti kekerasan terhadap etnis Tionghoa, keresahan sosial, dan disfungsi sistem pendidikan dihadirkan sebagai refleksi atas kondisi Indonesia masa kini.
Namun, Joko Anwar tidak menghadirkannya secara dokumenter atau realistis murni. Sebaliknya, ia membungkusnya dengan gaya khasnya, yaitu campuran antara realisme dan surealisme.
Karakter-karakter seperti Edwin, Jeffre, dan latar SMA Bukit Duri tidak diambil dari sosok atau tempat nyata, melainkan simbolisasi atas berbagai lapisan masyarakat dan dinamika sosial.
Bahkan banyak adegan dan elemen cerita yang tampak tidak realistis, mulai dari kebetulan yang berlebihan hingga logika situasi yang dipaksakan menunjukkan bahwa film "Pengepungan di Bukit Duri" i i memang lebih berniat menyampaikan pesan sosial dan moral ketimbang merekonstruksi kenyataan secara akurat.***


