Infotren.id - Belakangan ini, media sosial ramai membahas tagar Indonesia Gelap yang menjadi trending di platform X. Tagar ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Fenomena ini bukan sekadar kritik biasa, tetapi juga bentuk keresahan atas masa depan bangsa.
Tagar Indonesia Gelap ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Kebijakan tersebut memangkas anggaran di berbagai kementerian dan lembaga, yang berdampak langsung pada tenaga honorer dan kontrak yang kehilangan pekerjaan.
Tidak hanya itu, beberapa lembaga juga mengaku kesulitan membayar gaji pegawai hingga akhir tahun 2025. Namun, di sisi lain, pemerintah tidak melakukan perampingan terhadap jumlah kementerian, wakil menteri, serta staf dan utusan khusus yang dinilai cukup besar. Hal ini menuai kritik karena efisiensi anggaran dinilai lebih menyasar sektor yang justru berdampak langsung pada masyarakat kecil.
Instruksi Presiden mengenai efisiensi anggaran menimbulkan berbagai reaksi, terutama dari kalangan mahasiswa dan generasi muda. Banyak yang beranggapan bahwa kebijakan ini kurang memperhitungkan dampaknya terhadap rakyat kecil. Di media sosial, kritik semakin tajam, terutama terkait dengan kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak transparan.
Selain soal pemotongan anggaran, kelangkaan LPG yang sempat terjadi juga menjadi sorotan publik. Masyarakat menilai bahwa pemerintah gagal dalam mengantisipasi kebutuhan dasar rakyat, sehingga muncul anggapan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Tak berhenti di situ, berbagai kebijakan yang diumumkan sering kali tidak disertai penjelasan yang transparan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. Pidato-pidato pemerintah juga dianggap kurang tepat dalam memilih diksi, terutama oleh generasi muda yang lebih kritis terhadap pernyataan pemimpin.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Dengan berbagai masalah tersebut, banyak masyarakat terutama mahasiswa akhirnya melakukan perlawanan terhadap berbagai kebijakan yang diunggah menyenangkan rakyat, hal itu lah yang menyebabkan munculnya tagar Indonesia Gelap yang kini ramai dibahas di berbagai platform sosial media.***


