INFOTREN.ID - Di tengah ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus merangkak naik, para pengendara sepeda motor dituntut untuk lebih kreatif dalam menghemat konsumsi BBM. Salah satu trik yang populer di kalangan pemilik kendaraan roda dua adalah menaikkan tekanan udara ban melebihi rekomendasi pabrikan. Logikanya, ban yang dipompa lebih keras akan mengurangi area kontak dengan aspal, sehingga mesin bekerja lebih ringan. Namun, benarkah trik ini efektif dan aman untuk digunakan sehari-hari?

Menanggapi fenomena ini, Tutas Hegarmanah, Product Market Evaluation Section Head FDR, memberikan penjelasannya. Secara teori fisika, ban yang dipompa lebih keras memang memiliki keterkaitan dengan efisiensi bahan bakar. "Kalau kondisi ini kita belum pernah melakukan analisa secara pengujian langsung, tetapi kemungkinan bisa (menghemat konsumsi BBM). Karena kontaknya dengan jalan semakin kecil, maka hambatan geseknya juga menjadi kecil," ujar Tutas kepada Kompas.com, Senin (13/7/2026).

Ketika hambatan gesek (rolling resistance) berkurang, kerja mesin untuk memutar roda otomatis menjadi lebih ringan. Efek domino dari hal ini adalah asupan bahan bakar yang dibutuhkan untuk melajukan motor dapat berkurang.

Bahaya Mengintai Kenyamanan dan Pengereman

Kendati ada potensi menghemat BBM, Tutas mengingatkan bahwa tindakan ini memicu efek samping yang cukup fatal bagi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Ketika tekanan udara ban terlalu tinggi, permukaan ban yang menapak pada aspal (contact patch) akan menyusut drastis. Hal ini berdampak buruk pada kemampuan deselerasi motor.

"Bila tekanan angin dibuat lebih tinggi dari standar, maka efeknya tingkat kenyamanan berkendara akan berkurang dan fungsi ban untuk membantu pengereman juga akan berkurang karena kontak area ban dengan jalan akan semakin kecil," jelas Tutas.

Ban yang terlalu keras tidak akan mampu menyerap getaran jalan dengan baik. Akibatnya, motor akan terasa memantul, tidak stabil, dan berisiko tergelincir saat melakukan pengereman mendadak karena cengkeraman ban ke aspal yang minim.

Risiko Lebih Besar Ketimbang Manfaat

Oleh karena itu, pemilik motor sangat tidak disarankan untuk sengaja menaikkan tekanan angin ban demi mengejar keiritan BBM. Potensi hemat yang didapat dinilai tidak sebanding dengan taruhan risiko di jalan raya. "Efek tersebut malah lebih besar risikonya dibanding manfaatnya. Di samping itu juga kenyamanan berkendaranya jadi berkurang," pungkas Tutas.