INFOTREN.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA, kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat di Indonesia Timur. Kali ini, BCA menggelar workshop peningkatan keterampilan gastronomi bagi para pengelola desa binaannya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak sembilan pengelola desa binaan Bakti BCA mengikuti workshop yang dirancang sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi kuliner lokal. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pengelola desa yang memiliki keunggulan di bidang gastronomi, serta memperdalam pemahaman mereka mengenai sejarah, seni, dan budaya di balik kuliner khas daerah. Melalui kegiatan ini, desa-desa wisata binaan diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi baru dalam penyajian kuliner lokal.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa kuliner lokal merupakan potensi yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat desa. "Melalui workshop ini, kami ingin mendorong para pengelola Desa Bakti BCA untuk semakin percaya diri menyajikan cita rasa dan budaya khas daerahnya dengan standar penyajian yang lebih baik. Kami berharap kuliner ini dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa," ujar Hera.

Pendekatan penyajian gastronomi yang diusung dalam workshop ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak, hingga cara menata dan menyajikan hidangan agar tampil menarik bagi wisatawan. Peserta diajak untuk mempraktikkan langsung setiap tahapan dengan pendampingan dari Dapur Tara, pelaku usaha kuliner berbasis budaya Flores di Labuan Bajo, yang bertindak sebagai fasilitator.

Selain di Labuan Bajo, Bakti BCA secara konsisten mendampingi desa wisata binaan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, termasuk di bidang kuliner, kerajinan, dan pariwisata. BCA memberikan pembinaan holistik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa melalui berbagai program seperti pengelolaan keuangan, rumah pangan hidup (RPH), revitalisasi kebun kopi, dukungan sertifikasi, dan pengembangan lainnya.

Seluruh kontribusi ini dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar utama inisiatif Desa Bakti BCA:

1. Usaha Berbasis Kemasyarakatan: Memastikan usaha desa Bakti BCA dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal.
2. Peningkatan Kapasitas: Menyelenggarakan pelatihan berkala untuk penguatan SDM dan kelembagaan tata kelola usaha desa.
3. Akses Pasar: Memberikan dukungan promosi dan perluasan akses pasar melalui ekosistem BCA.

"Kami percaya bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa. Karena itu, setiap program dirancang untuk saling terhubung dan mendukung pengembangan potensi lokal secara menyeluruh," tambah Hera F. Haryn.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bakti BCA dalam membangun ekosistem desa yang mandiri dan berdaya saing, memastikan setiap program memberikan dampak nyata yang dapat tumbuh dalam jangka panjang.