INFOTREN.ID - Dua anak kembar, Uday dan Hamza Abu Odah, membuka mata pertama mereka pada 2 November 2023,  hanya 26 hari setelah perang Israel-Hamas meletus.

Alih-alih disambut dunia dengan hangat, mereka dilahirkan dalam suara dentuman bom, di kota Khan Younis, Gaza.

Mereka tidak pernah mengenal kata “tenang” atau “aman.” Setiap pagi mereka disambut oleh rasa lapar, dan setiap malam ditidurkan oleh suara pesawat tempur.

Berteduh di Bawah Tenda, Bertahan Tanpa Ayah

Rumah mereka hancur. Mereka kini tinggal bersama ibu mereka, Iman Abu Odah, di sebuah tenda darurat, tanpa listrik, air bersih, atau fasilitas medis.

iklan sidebar-1

Ayah mereka, Ayman, terbunuh oleh serpihan bom saat mencari makanan untuk keluarga.

“Ketika dia keluar, serpihan bom menghantam lehernya dan dia tewas seketika. Apa salahnya? Dia hanya pergi untuk mencari makanan bagi anak-anaknya,” kata Iman Abu Odah dilansir dari Reuters (7/10/2025)

Iman kini mengasuh kedua bayi sendirian, bersama lima anak lainnya. Tidak ada popok. Tidak ada susu formula. Ia bahkan harus memotong kain-kain lama menjadi popok darurat.

Masa Kecil yang Tergadai: Kekurangan Gizi, Tak Bisa Merangkak