INFOTREN.ID - Sejak dilantik sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa telah menjadi pusat perhatian berkat gaya komunikasi yang blak-blakan dan kebijakan yang cenderung mendobrak tradisi.
Namun, sikap non-konvensional Purbaya ini menuai kritik pedas dari berbagai pihak, salah satunya adalah pengamat politik dan CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi menyebut bahwa gaya Purbaya yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial dan mengkritik kebijakan atau figur di ruang publik adalah berbahaya dan berpotensi melemahkan pemerintahan secara keseluruhan.
Inti dari kritik Hasan Nasbi berpusat pada dinamika internal kabinet. Menurut Hasan, seorang menteri keuangan, atau anggota kabinet mana pun, seharusnya menjaga soliditas dan citra kesatuan di mata publik.
"Sesama anggota kabinet tidak bisa saling menyerang di ruang terbuka terus menerus. Kalau itu terjadi, justru akan melemahkan pemerintah," ujar Hasan Nasbi.
Kritik ini muncul menyusul beberapa pernyataan Purbaya yang dinilai menyerang kebijakan masa lalu atau rekan sesama pejabat.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Meskipun Purbaya mengklaim sebagai "koboi yang disuruh Presiden," Hasan Nasbi melihat bahwa tindakan tersebut, alih-alih memperkuat, justru menciptakan disonansi di dalam lingkaran kekuasaan.
Hasan Nasbi menyoroti beberapa risiko yang ditimbulkan oleh gaya "koboi" Purbaya.
Kementerian Keuangan adalah jantung dari kebijakan fiskal negara. Setiap pernyataan yang tidak hati-hati, terutama yang berbau kontroversial atau mengisyaratkan perubahan kebijakan yang drastis, dapat menimbulkan ketidakpastian dan volatilitas di pasar keuangan.


