INFOTREN.ID - Data resmi terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur China (Tiongkok) pada September menyusut untuk enam bulan berturut-turut. 

Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi tercatat 49,8, meningkat dari 49,4 pada Agustus, namun tetap di bawah angka 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi.

Dilansir dari Reuters, 30/9/2025, angka ini melampaui perkiraan median 49,6. Hal ini menandakan harapan pasar sedikit lebih optimistis daripada realitas yang ada.

Tantangan Ekonomi: Permintaan Domestik Lemah dan Tekanan Ekspor

Kelesuan berkelanjutan ini menyoroti dua tekanan utama terhadap ekonomi China: permintaan domestik yang belum pulih secara permanen pasca-pandemi, serta tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump yang 'memeras pabrik-pabrik China dan juga perusahaan-perusahaan luar negeri yang membeli komponen.'

iklan sidebar-1

Kondisi ini memperlambat pemulihan manufaktur dan membuat produsen menahan laju produksi, sambil menunggu stimulus tambahan dan kejelasan kesepakatan dagang Amerika Serikat.

Sektor Swasta Tunjukkan Optimisme, Ekspor Membantu

Berbeda dengan survei resmi, survei sektor swasta menunjukkan ekspansi tercepat sejak Maret, terdorong oleh pesanan baru yang meningkat dan percepatan pertumbuhan produksi, termasuk lonjakan pesanan ekspor baru.

Xu Tianchen, ekonom senior di Economist Intelligence Unit, menyebut: “Pemulihan ini mencerminkan peningkatan musiman karena gangguan musim panas telah berlalu dan pemerintah menjadi lebih mendukung.”