INFOTREN.ID - Seorang aktivis yang dikenal di Yogyakarta, Muhammad Fakhrurrozi alias Paul, ditangkap oleh aparat kepolisian pada Sabtu, 27 September 2025. Aktivis dari Social Movement Institute (SMI) ini dibawa langsung ke Polda Jawa Timur (Jatim), diduga karena keterlibatannya dalam demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus lalu. Penangkapan ini menimbulkan perhatian serius dari kalangan organisasi masyarakat sipil.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Ihsan, membenarkan adanya penangkapan tersebut di wilayah Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa Polda DIY hanya bersifat koordinasi, sebab proses hukum sepenuhnya ditangani oleh jajaran Polda Jatim.
"Polda DIY hanya sebatas koordinasi pemberitahuan saja karena ditangkapnya di wilayah Yogyakarta," kata Ihsan, saat dikonfirmasi.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Julian Dwi Prasetya, mengonfirmasi bahwa Paul ditangkap oleh Satuan Polda Jatim di kontrakannya sekitar pukul 13.00 WIB. Paul yang aktif menyuarakan isu demokrasi dan ketidakadilan, ditangkap atas dugaan kasus penghasutan.
"Kami dapat keterangan yang menangkap Satuan Polda Jatim, dibawa ke Mapolda DIY," kata Julian.
Setelah penangkapan, Paul sempat dibawa dan diperiksa di Mapolda DIY selama sekitar tiga jam untuk proses awal. Setelah pemeriksaan singkat tersebut, Paul kemudian langsung dibawa menuju Mapolda Jatim, Surabaya, untuk proses hukum lebih lanjut. Julian memastikan bahwa Paul tidak sendirian dalam menghadapi proses ini.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Julian Dwi Prasetya menambahkan bahwa Paul yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan aksi kamisan ini telah didampingi oleh tim hukum. "Pukul 17.00 Paul dibawa ke Polda Jatim. (Paul) sudah didampingi LBH Surabaya," kata Julian. Pendampingan hukum ini penting untuk memastikan hak-hak Paul sebagai warga negara tetap terpenuhi selama proses penyidikan.
Kasus penangkapan Paul ini, terutama dengan dugaan penghasutan, kembali menyoroti iklim demokrasi dan kebebasan bersuara bagi aktivis di Indonesia.


