INFOTREN.ID - Selama bertahun-tahun, geng pencuri asal Negeri Kincir Angin Belanda menjadikan Jerman sebagai “ladang emas”.
Mereka berkendara melintasi perbatasan, meledakkan ATM di tengah malam, membawa kabur uang ratusan juta rupiah, lalu melesat kembali ke Belanda lewat Autobahn.
Namun kini, situasi berubah drastis. Sejak Jerman mengetatkan keamanan dan memberlakukan hukuman lebih berat, jumlah serangan ATM anjlok tajam hanya 115 kasus sepanjang 2025, turun lebih dari 75 persen dibanding 496 kasus pada 2022.
Dilansir dari Reuters (13/11), Polisi Jerman menyebut, langkah-langkah pengamanan baru berhasil “mematahkan ritme” para pelaku yang sebelumnya bisa beraksi nyaris setiap malam.
Austria Jadi Sasaran Baru
Setelah Jerman memperkuat bentengnya, para pencuri itu kini beralih ke Austria. Negara yang masih gemar menggunakan uang tunai ini menjadi “target empuk” berikutnya.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Menurut data Kementerian Dalam Negeri Austria, kasus pembobolan ATM melonjak dari 13 kasus pada 2024 menjadi 29 kasus pada 2025.
Polisi meyakini sebagian besar pelaku berasal dari geng Belanda yang sebelumnya beroperasi di Jerman.
Satu kasus mencengangkan terjadi di Wina: seorang warga Belanda meledakkan ATM dan membawa kabur sekitar Rp1,5 miliar, sementara kerusakan mencapai lebih dari Rp25 miliar. Pelaku kini ditahan menunggu persidangan.


