INFOTREN.ID - Apa yang terjadi di balik pintu Kantor Dinas Koperasi Provinsi NTT pada Sabtu kelabu itu? 

Sebuah penggerebekan mendadak yang mengguncang jagat birokrasi! Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) tanpa ampun mengobrak-abrik setiap sudut ruangan, mencari bukti-bukti yang selama ini tersembunyi rapat.

Operasi Senyap di Hari Libur

Siapa sangka, di hari libur yang seharusnya tenang, para penyidik Kejati NTT justru bergerak cepat. 

Penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini, menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT, Anak Agung Raka Putra Dharmana, menunjukkan "keseriusan penyidik Pidsus Kejati NTT dalam mengusut tuntas perkara yang tengah ditangani." Dilansir dari Kompas.com (20/12).

iklan sidebar-1

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT, Anak Agung Raka Putra Dharmana (Foto Kompas)

100 Dokumen Terkait, Siap Dibongkar!

Bak mencari jarum dalam tumpukan jerami, tim penyidik berhasil menyita sekitar 100 dokumen yang diduga kuat berkaitan langsung dengan proyek pembangunan Rumah Produksi Bersama atau Rumah Potong Hewan (RPH) di Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Tahun Anggaran 2022. 

Dokumen-dokumen ini akan menjadi amunisi utama untuk mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi.