INFOTREN.ID - Suasana tenang salat Jumat di masjid SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, mendadak berubah mencekam.

Sekitar pukul 11.30 WIB, suara ledakan keras terdengar dari area tempat ibadah sekolah. Sontak, siswa dan guru berhamburan keluar mencari tempat aman.

Insiden tersebut menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka, sebagian besar siswa dan guru yang tengah beribadah. 

Polisi mencatat sedikitnya 54 orang terluka, terdiri atas 52 siswa dan dua guru. Mereka segera dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Kejadian ini sontak mengundang perhatian publik dan pemerintah pusat. Kementerian Sekretariat Negara melalui laman resminya menyampaikan bahwa pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan agar penanganan korban dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

iklan sidebar-1

“Pemerintah menyampaikan keprihatinan dan menginstruksikan penanganan cepat bagi korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta,” dikutip dari situs resmi Setneg.go.id.

Pemerintah melalui Kapolri (listyo Sigit dan Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan dan instruksikan penanganan cepat korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta (Foto: Setneg.go.id)

Respons Cepat Pemerintah dan Aparat

Tak lama setelah kejadian, tim penjinak bom (Jibom) Polda Metro Jaya bersama aparat Polres Jakarta Utara segera mensterilkan lokasi.