INFOTREN.ID - Ribuan warga Valencia, Spanyol, memadati pusat kota pada Sabtu (25/10) waktu setempat.
Mereka menuntut Gubernur Wilayah Valencia, Carlos Mazon, mundur dari jabatannya.
Gelombang protes besar-besaran ini terjadi tepat setahun setelah banjir bandang mematikan yang menewaskan sedikitnya 229 orang dan meluluhlantakkan wilayah timur Spanyol.
Amarah Warga dan Seruan Keadilan
Dalam demonstrasi ke-12 sejak bencana terjadi, massa membawa spanduk bertuliskan “Mazon ke penjara!” serta meneriakkan slogan “Mereka tidak mati, mereka dibunuh!” sebagai simbol kemarahan atas apa yang mereka anggap sebagai kelalaian pemerintah daerah.
Menurut laporan Reuters (25 Oktober 2025), para warga menuduh pemerintahan Mazon terlambat mengeluarkan peringatan dini, bahkan setelah rumah-rumah warga mulai terendam air dan korban tenggelam.
Petaka banjir waktu itu disebut sebagai bencana banjir paling mematikan di Eropa sejak 1967.
Cristina Guzmán Trabero (71), salah satu penyintas banjir, menyampaikan kesaksiannya yang menggugah.
“Saya telah kehilangan segalanya, tetapi yang penting bukan kerugian materi, melainkan kehilangan manusia. Dan hal itu bisa saja dihindari,” ujarnya kepada Reuters.


