INFOTREN.ID - Gelaran Pasar Seni ITB 2025 kembali dihelat meriah di Kampus Ganesha, Bandung, pada 18–19 Oktober lalu, setelah absen lebih dari satu dekade.
Dilansir dari laman resmi ITB yang diakses pada 20 Oktober 2025, lebih dari 200.000 pengunjung memadati Pasar Seni ITB 2025 ini.
Namun di balik warna-warni stan seni dan keramaian pengunjung, sebuah aksi seni performatif mencuri perhatian publik dan media: penjualan ijazah palsu bertanda tangan dua profesor aktif dari ITB.
Di lapangan basket kampus, sebuah stan bertajuk “Membukukan Pasar Seni. Menyenikan Pasar Buku” ramai dikunjungi.
Di sana, pengunjung bisa membeli ijazah bertuliskan "Institut Pasar Seni Indonesia" dan langsung berfoto dengan toga lengkap, mengenakan selempang bertuliskan “Doktor Sehari” atau “Profesor Sehari”.
Dua Profesor di Balik Aksi Satir
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Aksi ini bukan pekerjaan iseng. Di baliknya ada dua nama besar FSRD ITB: Prof. Yasraf Amir Piliang dan Prof. Acep Iwan Saidi.
Mereka secara sadar menandatangani “ijazah palsu” tersebut sebagai bentuk kritik sosial dan budaya atas maraknya praktik jual-beli gelar akademik di Indonesia.
“Kami tidak mendaftarkan ijazah ini ke KPU sebagai syarat menjadi pejabat publik untuk dipilih rakyat. Kami pikir ini satir yang serius,” ungkap Yasraf kepada media.


