INFOTREN.ID, SURAKARTA – Mengusung tema "Wedangan, Rindu, dan Kenangan", ART SURA 2025 by La Palapa: Indonesia Art Summit berhasil menyedot perhatian luar biasa dari masyarakat Kota Surakarta, Solo Raya, dan bahkan pengunjung dari berbagai kota besar hingga mancanegara. Acara ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang interaktif di mana seni dapat dinikmati dan dirasakan secara mendalam.

ART SURA 2025 memungkinkan pengunjung untuk menyentuh karya-karya interaktif, menyelami karya digital, dan merasakan pengalaman menjadi seniman secara langsung. Mereka disuguhi lukisan dari seniman terkenal seperti Ni Nyoman Sani (pemenang UOB Painting of The Year 2023), Bernandi Desanda, Apel Hendrawan, Onar Bermano, hingga seniman senior Gigih Wiyono.

Selain itu, pameran ini menampilkan Art Toys karya Redmiller Blood by Peter Rhian yang tengah digandrungi kolektor, serta lukisan Maestro Lukis Bali Made Wianta yang direspons dengan Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) Fashion. Pengunjung juga diajak berinteraksi dengan Art Toys yang digabung dengan pengalaman Immersive Art dari Superlative Secret Society.

ART SURA 2025 juga menampilkan karya digital dan imersif, termasuk karya NFT dari Komunitas IDNFT dan Beyond Canvas, serta karya komunitas AI-ART dari The Collective Solutions yang menampilkan karya-karya AI tingkat dunia. "Melalui ART SURA, kami ingin menjadikan Surakarta sebagai Episentrum Seni Rupa dan Budaya Nusantara,” papar Direktur ART SURA, Adrian Zakhary, pada penutupan acara.

Ajang ini tidak hanya fokus pada seni rupa dan digital, tetapi juga menampilkan seni pertunjukan seperti Tari Sus Scrofa: “The Human Boar” dan Tari Bambangan Cakil dari SMKN 8 Surakarta, serta ditutup dengan penampilan spesial dari Dalang Muda kebanggaan Kota Surakarta, Ki Amar Pradopo. Berbagai tokoh nasional dan pejabat, termasuk Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha dan seniman Bill Mohdor, turut memberikan apresiasi tinggi.

iklan sidebar-1

"Selamat kepada ART SURA, sebuah langkah yang berani dan luar biasa, ini kan 60 persen seniman-seniman dari Surakarta," ujar Giring Ganesha, mengapresiasi keragaman karya dan partisipasi anak muda, dalam keterangan resminya, Kamis (3/7/2025). 

Sementara itu, seniman Bill Mohdor juga mengapresiasi kegiatan tersebut. "ART SURA menjadi pameran seni rupa yang berbeda dan unik, karena memiliki akar seni dan budaya yang kuat di Surakarta," ujarnya. 

Pekan Seni Rupa dan Digital ART SURA 2025 resmi ditutup pada Selasa, 29 Juni 2025, di Gedung Kesenian, Taman Balekambang, Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan monolog, "ART SURA adalah nafas seni rupa dan budaya yang lahir dari kota Surakarta,". 

Wali Kota menegaskan bahwa acara ini telah melibatkan 172 seniman, lebih dari 300 karya seni, dan berhasil menarik lebih dari 10.000 pengunjung, serta melahirkan diskusi tentang arah baru ekosistem seni rupa Indonesia.