DENPASAR, INFOTREN – Ada yang menarik dari perubahan gaya hidup anak muda di Bali dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu kafe menjadi pilihan utama untuk berkumpul selepas kuliah atau bekerja, kini rumah biliar mulai mengambil peran baru sebagai ruang sosial tempat orang bertemu, bercengkerama, sekaligus berolahraga.
Fenomena ini tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya rumah biliar yang bermunculan di berbagai wilayah Bali, tetapi juga dari perubahan siapa yang datang ke sana. Bukan lagi hanya pemain profesional atau komunitas tertentu, melainkan mahasiswa, pekerja muda, keluarga, hingga mereka yang baru pertama kali memegang stik biliar.
Perubahan itu terlihat di NextShot Billiard yang berlokasi di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar. Dibuka pada 15 Mei 2024 oleh pasangan suami istri Sandy dan Adi Wijaya, tempat ini lahir dari kegemaran mereka bermain biliar bersama teman dan keluarga. Namun, mereka tidak ingin membangun rumah biliar yang identik dengan citra lama.
"Kami ingin semua orang bisa bermain di sini. Yang baru belajar pun tidak perlu malu karena ada staf yang siap mengajari. Konsepnya memang dibuat agar semua orang merasa seperti di rumah," kata Adi Wijaya.
Konsep feel like home itu kemudian diterjemahkan dalam berbagai fasilitas. Selain menyediakan area bebas rokok, NextShot juga memiliki ruang VIP non-smoking sehingga keluarga tetap bisa membawa anak-anak tanpa khawatir dengan asap rokok.
"Kami ingin semua orang merasa nyaman. Datang sendirian tidak masalah, belum pernah bermain juga tidak masalah. Kami ingin semua merasa welcome. Orang tua juga bisa membawa anak-anak karena kami menyediakan ruangan bebas asap rokok," ujar Sandy.

Menurutnya, pelayanan menjadi pembeda utama dibandingkan sekadar menyediakan meja biliar. Pengunjung tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga untuk menikmati suasana, bercengkerama, dan membangun komunitas.
Fenomena itu semakin terlihat dari berbagai aktivitas yang berlangsung di rumah biliar. Selain menjadi tempat berkumpul komunitas, NextShot juga pernah menjadi lokasi perayaan ulang tahun anak berusia tiga tahun karena orang tuanya merupakan pelanggan tetap. Lantai dua yang bersifat privat bahkan kerap digunakan untuk acara komunitas maupun gathering perusahaan.
Bagi Adi, perubahan tersebut menunjukkan bahwa citra biliar sudah jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu.
"Dulu tempat biliar identik dengan dunia malam. Sekarang sudah berbeda. Biliar menjadi bagian dari lifestyle. Anak-anak juga mulai belajar bermain, bahkan banyak yang kemudian menjadi atlet. Menurut saya, olahraga ini punya masa depan yang baik," ujarnya.