INFOTREN.ID - Rumah tangga seharusnya menjadi ruang paling aman bagi setiap individu. Namun data terbaru justru memperlihatkan kenyataan sebaliknya. 

Di Bandung Barat, rumah bukan lagi tempat berlindung melainkan titik awal perpisahan yang dipicu oleh kekerasan.

Bandung Barat di Puncak Kasus Cerai Akibat KDRT

Dilansir dari laporan Pengadilan Agama dan data yang dirangkum berbagai sumber referensi pemberitaan nasional, Kabupaten Bandung Barat tercatat sebagai daerah dengan angka perceraian akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tertinggi di Jawa Barat.

Angka tersebut bahkan melampaui Kabupaten Garut dan Kota Bandung, dua wilayah yang selama ini kerap disebut memiliki tingkat perceraian tinggi. Fakta ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas.

iklan sidebar-1

“Perceraian akibat KDRT masih mendominasi perkara cerai yang masuk,” dikutip dari laporan Tribun Trends yang dikases pada (26/12).

Bukan Sekadar Angka, Ada Luka Nyata

KDRT bukan hanya persoalan hukum, tetapi tragedi kemanusiaan. Setiap perkara perceraian akibat kekerasan menyimpan cerita panjang tentang ketakutan, tekanan psikologis, dan penderitaan yang kerap berlangsung lama sebelum korban berani mengambil keputusan berpisah.

Banyak korban memilih cerai sebagai jalan terakhir demi menyelamatkan diri dan anak-anak dari lingkaran kekerasan yang terus berulang.