TANGSEL, Infotren.id - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di U-Turn atau putaran depan Polsek Ciputat Timur, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 04.45 WIB. Insiden pada waktu subuh itu merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor.
Korban diketahui berinisial A (61), warga yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi F 2983 FHZ dengan membonceng anak kandungnya, H.K (26). Berdasarkan informasi di lapangan, sepeda motor melaju dari arah Ciputat.
Diduga, korban dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi saat melintas di lokasi kejadian. Pada saat bersamaan, sebuah kendaraan roda empat datang dari arah berlawanan dan tabrakan pun tak terhindarkan.
Usai benturan, pengemudi mobil tersebut justru melarikan diri dan hingga kini belum diketahui identitas maupun nomor kendaraannya.
Akibat kecelakaan itu, A mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara H.K mengalami luka berat di bagian kepala dan langsung dilarikan ke RS Hermina Ciputat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Fatmawati.
Sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan pada bagian stang, bodi lecet, serta lampu depan pecah akibat benturan keras.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Unit Laka Satlantas Polres Tangerang Selatan telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap identitas kendaraan roda empat yang melarikan diri.
"Berbagai langkah antisipasi sebenarnya telah dilakukan di titik tersebut, termasuk pemasangan water barrier dan rekayasa arus lalu lintas. Namun, faktor kelalaian dan kondisi fisik pengendara tetap menjadi risiko besar dalam kecelakaan di jalan raya," terang Kompol Bambang Askar Sodiq.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh tidak prima, terutama pada jam-jam rawan seperti dini hari. Keselamatan, tegasnya, harus menjadi prioritas utama guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

