Infotren.id - Warung Mbok Yem yang terletak di ketinggian 3.150 mdpl di puncak Gunung Lawu dikenal sebagai warung tertinggi di Indonesia. Warung ini telah menjadi tempat istirahat sekaligus penyelamat bagi banyak pendaki sejak tahun 1980. 

Pemiliknya, Mbok Yem bernama asli Wakiem, sudah berjualan sejak masih bersama suaminya. Setelah suaminya meninggal, ia memutuskan untuk menetap di warung tersebut.

Meski usianya sudah lanjut dan sering sakit, Mbok Yem tetap melayani pendaki dengan sepenuh hati. Bahkan di tengah malam, ia tetap memasak telur goreng untuk pendaki yang lapar. Ia hanya pulang ke rumah saat Lebaran atau ada acara keluarga. Karena kondisinya yang sudah renta, ia harus ditandu jika turun gunung.

Sejak awal 2025, wanita paruh baya tersebut mulai sakit dan dirawat di RSU Siti Aisyah Ponorogo akibat pneumonia akut. Selama masa perawatan, warung dijaga oleh dua putranya, Muis dan Jarwo, yang berasal dari Kediri dan Maospati. Mereka sudah lama membantu berjualan di warung jika wanita 80 tahunan tersebut turun gunung.

Namun beberapa waktu lalu, datang dari sosok legendaris tersebut. Mbok Yem dikabarkan wafat di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan. 

iklan sidebar-1

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pendaki Gunung Lawu yang mengenangnya sebagai sosok penuh dedikasi dan inspiratif.

Meskipun Mbok Yem telah tiada, kabarnya warungnya tetap buka dan dilanjutkan oleh anak-anaknya, dan akan tetap menjadi tempat istirahat bagi para pendaki yang mendaki ke Gunung Lawu.***