Infotren.id - Pengepungan di Bukit Duri* adalah film terbaru garapan Joko Anwar yang mengangkat latar cerita penuh ketegangan dan kekacauan sosial. Bukan tentang hantu atau dunia gaib, tapi justru lebih menakutkan karena berakar pada kenyataan: bagaimana jika tragedi kerusuhan 1998 kembali terjadi di masa kini?
Film "Pengepungan di Bukit Duri" menghadirkan skenario dystopia Indonesia yang terasa sangat dekat dan realistis, menggambarkan sebuah masyarakat yang terjebak dalam kekacauan politik, kekerasan, dan konflik sosial. Dengan pendekatan yang berani dan penuh perhitungan, Joko Anwar menyuguhkan gambaran Indonesia dalam situasi terburuknya, menyeramkan karena terasa bisa saja terjadi kapan saja.
Film "Pengepungan di Bukit Duri" resmi dirilis di bioskop Indonesia pada 17 April 2025, dan langsung mencuri perhatian berkat temanya yang sensitif dan pendekatan sinematik yang kuat.
Cerita berfokus pada sebuah keluarga yang tinggal di kawasan Bukit Duri. Mereka terjebak di tengah situasi genting saat sebuah konflik besar pecah, mirip dengan tragedi kerusuhan Mei 1998. Dalam kekacauan tersebut, keluarga ini berusaha bertahan hidup sambil dihadapkan pada tekanan dari luar dan konflik internal.
Di tengah kota yang berubah menjadi medan perang, muncul berbagai pihak dengan kepentingan masing-masing militer, kelompok sipil bersenjata, serta warga sipil yang panik. Film ini tak hanya menyajikan kisah survival, tetapi juga menggali luka sosial, sejarah yang belum sepenuhnya sembuh, dan bagaimana trauma masa lalu bisa kembali menghantui generasi sekarang.
Semua pemeran tampil solid, namun yang paling mencuri perhatian adalah Omara Esteghal, yang berperan sebagai karakter dengan kondisi psikologis ekstrem. Aktingnya disebut benar-benar total dan menjadi salah satu highlight film ini.
Film "Pengepungan di Bukit Duri" ini bukan hanya menegangkan secara cerita, tetapi juga penuh adegan aksi brutal. Koreografi pertarungan dan pergerakan kamera dibuat sangat intens dan realistis, membuat penonton sulit untuk berpaling meski harus meringis karena kekerasannya.***


