Infotren.id - Pernikahan Tasyi Athasyia dan Syekh Zaki Alatas kerap menjadi perbincangan hangat publik. Bukan tanpa alasan, hubungan mereka dinilai tak biasa oleh sebagian masyarakat Indonesia lantaran mereka merupakan sepupu kandung. Meski begitu, pasangan ini tetap mantap melangkah ke jenjang pernikahan bahkan telah membina rumah tangga selama bertahun-tahun.
Berikut beberapa fakta menarik seputar pernikahan Tasyi Athasyia dan Syekh Zaki Alatas:
1. Dijodohkan Sejak Kecil
Tasyi Athasyia mengaku bahwa dirinya dan Zaki Alatas sudah dijodohkan sejak kecil oleh keluarga. Hal ini dianggap hal lumrah dalam keluarga mereka yang memiliki darah keturunan Arab. Bagi keluarga besar Tasyi, perjodohan semacam ini sudah menjadi tradisi turun-temurun.
2. Menikah dengan Sepupu Sendiri
Fakta bahwa Syech Zaki Alatas adalah sepupu kandung Tasyi Athasyia sempat menuai kontroversi di kalangan publik Indonesia. Tak sedikit yang mengira bahwa hubungan mereka tergolong inses atau pernikahan sedarah.
Padahal, dalam hukum Islam maupun Undang-Undang Perkawinan di Indonesia, pernikahan dengan sepupu diperbolehkan. Tradisi seperti ini juga umum di kalangan keluarga keturunan Arab.
3. Proses Ta'aruf Tanpa Pacaran
Sebelum menikah, Tasyi dan Zaki tidak menjalani proses pacaran. Keduanya menjalani ta'aruf, yakni proses perkenalan dalam koridor agama Islam untuk tujuan pernikahan. Tasyi merasa laki-laki yang dijodohkan dengannya sudah sesuai dengan kriteria yang diharapkannya.
4. Pernikahan Bertema Mewah
Tasyi dan Zaki resmi menikah pada 4 Januari 2015 lalu. Pernikahan mereka mengusung tema Great Gatsby yang mewah dan glamor. Tema tersebut dipilih karena keluarga mereka, termasuk saudara kembarnya, Tasya Farasya, sangat menyukai warna gold. Dekorasi pernikahan pun dipenuhi nuansa emas yang elegan.
5. Zaki Alatas Bukan Orang Sembarangan
Suami Tasyi Athasyia, Syekh Zaki Alatas, bukanlah sosok biasa. Ia dikenal sebagai CEO sekaligus founder dari PT Homesam International Group. Selain itu, Zaki juga merupakan pemilik sebuah pesantren, menunjukkan latar belakangnya yang kuat dalam dunia bisnis sekaligus agama.
6. Hidup dengan Aturan Ketat
Setelah menikah, Tasyi menjalani kehidupan rumah tangga dengan berbagai aturan yang cukup ketat. Salah satunya adalah larangan berinteraksi atau berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahram, termasuk dengan kakak iparnya sendiri. Bahkan, seluruh pekerja di rumah mereka adalah perempuan.


