Infotren - Langkah besar dilakukan oleh anak Haji Isam, konglomerat batu bara asal Kalimantan Selatan, dengan mengakuisisi saham mayoritas PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Perusahaan ini merupakan pemegang waralaba KFC di Indonesia yang selama ini dikenal sebagai raja ayam cepat saji.
Akuisisi dilakukan melalui pembelian perusahaan induk Jagonya Ayam Indonesia, yang sebelumnya dikuasai oleh Grup Gelael. Nilai transaksi yang terbilang tinggi membuat publik terkejut dan memicu spekulasi soal strategi ekspansi bisnis ke sektor ritel makanan.
Meski tidak disebutkan secara rinci, harga akuisisi disebut jauh lebih mahal dibanding valuasi pasar KFC saat ini. Hal ini menandakan keseriusan dan ambisi besar sang pembeli dalam memperluas kerajaan bisnis keluarganya.
Jagonya Ayam sendiri selama ini memegang kendali penting atas gerai KFC di Indonesia, menjadikannya aset strategis bagi siapa pun yang menguasainya. Dengan perubahan kepemilikan ini, arah bisnis KFC diperkirakan akan mengalami transformasi besar.
Langkah ini juga menandai diversifikasi portofolio dari keluarga Haji Isam yang selama ini dikenal di sektor pertambangan dan energi. Kini mereka menancapkan kuku di bisnis makanan cepat saji yang penuh persaingan.
Pengamat menilai langkah ini bisa memberi dorongan segar terhadap pertumbuhan KFC, terutama jika diiringi inovasi dan ekspansi ke wilayah potensial. Dengan dana kuat dan jaringan luas, akuisisi ini berpeluang membawa KFC Indonesia ke level berikutnya.
Pasar kini menanti gebrakan selanjutnya dari sang pengusaha muda, apakah ia akan memperluas waralaba atau melakukan rebranding. Yang pasti, pembelian ini telah mengubah peta persaingan industri makanan cepat saji di Tanah Air.


