INFOTREN.ID - Nama Nicolas Maduro kembali menjadi sorotan dunia. Profil tokoh ini mencerminkan perjalanan ekstrem: dari sopir bus, aktivis buruh, hingga Presiden Venezuela yang ditangkap Amerika Serikat. Kisah hidupnya bukan sekadar biografi, melainkan potret kekuasaan, geopolitik global, dan pertaruhan masa depan sebuah bangsa.

Awal Kehidupan: Dari Jalanan Caracas

Nicolas Maduro Moros lahir di Caracas pada 23 November 1962 dari keluarga kelas pekerja. Sejak muda, ia terbiasa dengan realitas keras kehidupan kota dan dinamika gerakan buruh. Pekerjaannya sebagai sopir bus metro Caracas membawanya aktif di serikat pekerja transportasi, sebuah fase penting yang membentuk citranya sebagai “pemimpin dari rakyat”.

Dikutip dari berbagai laporan media internasional (5/1), latar belakang inilah yang kelak menjadi modal politik Maduro dalam membangun kedekatan dengan basis massa kelas bawah.

Menanjak di Era Chavez

iklan sidebar-1

Karier politik Maduro melejit saat bergabung dengan gerakan Revolusi Bolivarian yang dipimpin Hugo Chavez. Ia terlibat dalam penyusunan konstitusi Venezuela tahun 1999, lalu menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari anggota parlemen hingga Ketua Majelis Nasional.

Puncaknya, Maduro dipercaya Chavez menjadi Menteri Luar Negeri dan kemudian Wakil Presiden. Ketika Chavez wafat pada 2013, Maduro tampil sebagai penerus resmi dan memenangkan pemilihan presiden dengan selisih suara tipis.

Kepemimpinan di Tengah Krisis

Sejak menjabat presiden, Maduro memimpin Venezuela di tengah badai krisis ekonomi, hiperinflasi, kelangkaan pangan, dan eksodus jutaan warga. Oposisi menuduhnya otoriter, sementara pendukungnya menilai Maduro sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan Barat.