Infotren.id - Mas Rama Batik Nawilis adalah salah satu host live streaming yang menjadi sorotan publik, terutama setelah viral di TikTok. Berkat penampilannya yang memikat, ia berhasil menarik perhatian netizen, khususnya para penggemar batik, yang kerap menyaksikan aksi jualannya secara langsung.

Mas Rama Batik Nawilis dikenal luas sebagai host live streaming penjualan batik di TikTok, sebuah platform yang kini semakin populer di Indonesia. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak host yang tergabung dalam dunia penjualan batik online. 

Berbeda dengan kebanyakan host lainnya, Mas Rama memiliki daya tarik khusus berkat paras tampannya dan kemampuan berbicara yang mudah diterima oleh audiens.

Sebelum terjun ke dunia live streaming, ia memiliki kehidupan yang cukup sederhana. Ia tumbuh di lingkungan yang mendukung kreativitas dan seni, yang mungkin turut membentuk kecintaannya pada batik dan budaya Indonesia. 

Batik sebagai warisan budaya menjadi fokus utama dalam kariernya sebagai seorang host, yang tidak hanya mempromosikan produk lokal tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai seni tradisional Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.

iklan sidebar-1

Bersama dengan beberapa host lainnya, ia secara rutin melakukan live streaming untuk menjual batik. Dalam setiap sesi, ia tak hanya memamerkan produk-produk batik, tetapi juga menyapa audiens dengan sikap yang ramah dan ringan, membuat banyak penggemarnya merasa dekat dengan dirinya.

Namun, popularitas Mas Rama tidak hanya datang dari keberhasilannya dalam dunia penjualan batik, tetapi juga dari sebuah perseteruan dengan Ria Ricis, seorang selebriti Indonesia yang juga aktif di media sosial. Kisruh ini bermula ketika Ria Ricis berniat untuk berkolaborasi dengan pria tersebut. 

Namun, saat tim Ricis menghubungi tim Mas Rama untuk membahas peluang kerjasama, mereka merasa tidak mendapatkan respons yang profesional. 

Salah satu respons yang dianggap kurang sopan adalah penggunaan kata "hadeh" oleh tim Mas Rama, yang menurut Ricis tidak pantas dalam konteks komunikasi bisnis.