Infotren.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meresmikan Kementerian Haji dan Umrah pada Senin, 8 September 2025. Peresmian kementerian baru ini dilakukan bersamaan dengan perombakan lima kementerian di Kabinet Merah Putih. Pada momen bersejarah tersebut, Prabowo melantik Muhammad Irfan Yusuf, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Irfan, sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia.

Gus Irfan Yusuf lahir di Jombang, Jawa Timur, dan kini berusia 62 tahun. Ia berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Ayahnya adalah KH. Yusuf Hasyim, sementara kakeknya adalah KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU yang sangat dihormati. Dengan garis keturunan pesantren yang kuat, Gus Irfan tumbuh dalam lingkungan keagamaan yang kental dan memiliki pengaruh besar di kalangan ulama.

Riwayat pendidikan Gus Irfan Yusuf dimulai di Jombang, di sekolah yang kini dikenal sebagai SMA Negeri 2 Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya Malang dan berhasil meraih gelar sarjana pada 1985. Tidak berhenti di situ, ia juga menuntaskan pendidikan jenjang magister di kampus yang sama.

Keterlibatan Gus Irfan dalam dunia pesantren sudah dimulai sejak lama. Pada 1989, ia dipercaya sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng, salah satu pesantren bersejarah di Jombang. Lalu pada 2006, ia mengemban amanah sebagai pimpinan Pesantren Alfaros, yang terus ia kembangkan hingga sekarang.

Selain di bidang agama, Gus Irfan juga aktif dalam dunia usaha dan ekonomi. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PTP Tebu Ireng dari 1996 hingga 2016. Tidak hanya itu, ia juga menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), di mana ia berfokus pada program pemberdayaan ekonomi warga NU.

iklan sidebar-1

Perjalanan Gus Irfan di dunia politik dimulai pada 2018 ketika ia dipercaya sebagai juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres. Kiprahnya itu kemudian membawanya bergabung dengan Partai Gerindra.

Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII dan berhasil meraih 77.433 suara, yang mengantarkannya ke kursi DPR RI.

Dengan rekam jejak panjang di dunia pesantren, ekonomi, dan politik, Gus Irfan Yusuf kini memegang amanah baru sebagai Menteri Haji dan Umrah**. Kementerian ini dibentuk untuk meningkatkan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, serta memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi keagamaan internasional.***